Aku dan Seisi Rumahku

Frans Doni/ December 16, 2010

Bacaan Hari ini :
Yosua 24:15b “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”
__________________________________________

Saya akan menceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi baru-baru ini.
Suatu kali, seorang Ibu mengatakan kepada saya tentang bagaimana dia memikirkan anaknya.
Anak laki-laki ini membuat keputusan-keputusan buruk dan berjalan dengan teman-teman yang salah.
Ibu ini berdoa dan berusaha meyakinkan anaknya untuk datang ke gereja dan mengubah pergaulannya, tetapi anak ini tidak mau melakukannya.
Sepertinya semakin ibunya berdoa, dia justru menjadi lebih buruk.
Singkat cerita, anak ini berakhir di penjara.
Sepertinya dia tidak akan memenuhi tujuan hidup yang benar.
Tapi ibunya tidak menyerah atau bersikap negatif tentang situasi.
Ibunya terus menyatakan Firman Tuhan, “Adapun saya dan rumah saya, kami akan melayani Tuhan. Benih orang benar pasti diberkati..”

Suatu hari Minggu pagi, anaknya yang berada di penjara sedang menonton televisi, dan seorang narapidana lain datang dan ingin menonton sesuatu yang lain.
Mereka mulai berdebat tentang acara televisi apa yang mereka akan tonton dan mulai berebut remote control.
Pada saat itu, seorang narapidana lain melangkah masuk ke ruangan.
Dia berbadan besar!
Dia berdiri setinggi sekitar enam kaki enam inci.
Dia tampak seperti pemain sepak bola profesional dengan otot menonjol keluar dari kemejanya.
Dia meraih remote control dan berkata, “Saya akan memutuskan apa yang akan kita semua tonton.”
Dia mulai membolak-balik saluran dan sampai di program televisi pelayanan kami.
Dia berkata, “Bagus, kita akan menonton program pelayanan rohani hari ini..”

Anak laki-laki ini bangkit dari tempat duduknya untuk pergi.
Tiba-tiba temannya yang berbadan kekar itu mencengkeram kemejanya, menariknya kembali dan berkata, “Duduklah. Kamu akan menonton dengan saya.”
Tuhan bekerja dengan cara yang misterius!
Saat dia melihat program televisi, tiba-tiba, anak laki-laki ini mulai merasakan kasih dan hadirat Tuhan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
Dia mulai menangis.

Pada akhir acara televisi, narapidana yang berbadan kekar itu mendoakan anak Ibu ini dan membawanya menerima Kristus.
Hari ini saya melihat anak laki-laki ini datang di ibadah gereja setiap Minggu, duduk dengan ibunya.
Siapa yang akan berpikir bahwa saat duduk di penjara pemuda ini akan dipaksa untuk menonton program televisi rohani, dan Tuhan akan mengubah hidupnya?
Tampaknya sesuatu yang aneh bagi pemikiran manusia.

Hari ini, saya ingin mengingatkan Anda bahwa meskipun janji-janji Tuhan yang telah Anda pegang teguh mungkin terlihat sepertinya tidak pernah akan terjadi, Tuhan tetap setia.
Apa yang Dia bisa lakukan untuk orang lain, Dia akan melakukannya untuk Anda.
Sama seperti Ibu ini, tetap berdiri, tetap percaya dan terus berharap.
Dalam Alkitab, Daud mengatakan seperti ini, “Apa yang akan terjadi pada saya jika saya tidak percaya saya bisa melihat kebaikan Tuhan?”
Saya meminta Anda hari ini untuk percaya bahwa Allah memiliki hal-hal menakjubkan untuk masa depan Anda.
Jika Anda percaya untuk keselamatan orang-orang yang Anda kasihi, tetap percaya karena semua hal menjadi mungkin ketika Anda percaya!
__________________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Pengkhotbah 4-6; 2 Galatia 1
__________________________________________

Ketika kita percaya, bersama Tuhan segala sesuatu menjadi mungkin, Dia dapat bekerja dengan cara yang ajaib dan misterius.

(Diterjemahkan dari Hope for Today by Joel Osteen)

Posted with WordPress for BlackBerry.

0 Comment

Add Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *