++Babak baru Telah dimulai++

Frans Doni/ March 16, 2005

(14 Maret 2005 15:45)
Dosen penguji : Saudara Doni, apakah Anda siap untuk mendengarkan keputusan dewan penguji, apapun juga keputusannya?
Saya  : Siap sekali Pak.
Dosen penguji : Baiklah kalo begitu, Saudara Doni…setelah kami berembug dan mempertimbangkan Presentasi dan Demo Program yang telah Anda lakukan tadi, dengan ini kami nyatakan “Anda Lulus” Pendadaran!! Selamat untuk Anda !! (kemudian dewan juri berdiri dan maju ke depan untuk menyalami saya :p)

Perasaan senang yang tidak terkira ketika saya mendengar kata “LULUS” itu. Puji Tuhan Terima Kasih Bapa Engkau Yang maha tinggi telah mengabulkan doa-doaku dan doa orang di sekelilingku. Saya telah melewati tahap akhir dari proses perkuliahan selama kurang lebih 5 tahun, waktu yang cukup lama emang tapi yang pasti saya telah mengusahakan yang terbaik dan ini adalah hasilnya.

Sebuah babak baru telah dimulai. Sebuah babak di mana saya harus mulai untuk bisa menempatkan diri bukan lagi sebagai seorang mahasiswa yang notabene adalah “pembelajar”  tetapi sebagai seorang layaknya manusia dewasa lainnya yang  harus menghadapi dunia nyata, menghadapi dunia kerja. Fase yang tidak mudah memang, begitu banyak teman-teman seangkatan yang sudah lulus mendahului saya berkomentar “Udah lulus kayak gini bukannya bikin senang, malah bikin bingung aja. Gak tau harus kerja apa. Belum siap nih masuk dunia kerja. Mending kemaren gak usah lulus cepat-cepat“.
Kembali saya harus bersyukur, bahwa bukan pikiran demikian lagi yang ada di benak saya ketika lulus. Saya tidak memikirkan harus kerja apa atau kerja di mana. Yang saya pikirkan adalah bagaimana mengembangkan kerja yang sudah dilakoni sekarang dan tentu saja bagaimana merealisasikan rencana-rencana yang sudah saya susun jauh hari sebelumnya. Saya bersyukur bahwa sejak semester 2 telah mulai bekerja walaupun serabutan sampai akhirnya setengah tahun lalu saya bisa memperoleh pekerjaan tetap yang bisa menopang hidup  dan kuliah sendiri tanpa bantuan dana dari Mama lagi.

 

Pendadaran
Cerita lain lagi, ternyata pendadaran tidaklah se-ngeri yang kita bayangkan sebelumnya ketika belum memasuki ruang sidang. Hati benar-benar gundah gulana, tegang campur takut. Semalaman tidak bisa tidur, seharian tidak nafsu makan. Maksud hati ingin berangkat ke kampus 1 jam sebelum jam pendadaran, tetap aja gak bisa karena halangan ini itu. Saya tidak menemukan celana kain hitam di lemari saya di saat-saat genting seperti ini. Pinjem ke sana sini akhirnya ketemu juga walaupun agak kotor. Benar-benar tidak bermodal. Dari baju putih, celana hitam, sepatu, dasi dan tas adalah pinjaman kolektif dari teman-teman kost. Sisa celana dalam dan komputer saja yang milik sendiri.

Sampai di kampus, bahkan sampai detik-detik terakhir sebelum dosen memasuki ruang sidang, hati ini tidak bisa diajak kompromi. Tapi setelah acara dimulai, saya merasakan perubahan yang luar biasa. Saya tidak tau kenapa tiba-tiba saya bisa presentasi dengan begitu tenang bahkan saya tidak lagi memikirkan bahwa saat itu adalah saat pendadaran, saya merasa seperti lagi ngobrol-ngobrol ama dosen tidak ada lagi formalitas di situ.
Dan yang membuat saya sangat bahagia adalah bahwa dosen penguji sepertinya tidak mengerti tentang topik skripsiku, jadinya tidak ada yang namanya “pembantaian”. Pertanyaan yang dilayangkan sepertinya hanya sekedar formalitas untuk bertanya, dan tentu saja saya bisa dengan mudah menjawabnya. Malahan, dosen pembimbingku yang banyak bercerita ini itu.Tentang teknologi Java, tentang .NET dll yang sepertinya cukup membuat dosen pengujiku terkagum-kagum 🙂 sampai akhirnya waktu yang sediakan habis.

Satu lagi yang membuat saya senang adalah komentar dari dosen pembimbingku yg notabene adalah dosen yang paling senior dalam IT ( Doktor dari Jerman) : “Topik skripsi yang ini adalah topik yang cukup sulit untuk dikerjakan tidak seperti topik-topik skripsi yang lain ” Wow…bangga juga mendengar komentar beliau seperti itu. Terima Kasih banyak atas bimbingannya, Pak Mueller. Terima kasih juga untuk Pak Budi Sutedjo atas bimbingan penulisannya :).

-Terima kasih untuk mama yang udh selalu sisipkan aku di dalam
  doa-doanya.
-Terima kasih “say” yang sudah support aku terus menerus.
-Terima kasih jg untuk teman-teman yg banyak support aku untuk
  bisa lulus.
-Terima kasih..terima kasih….

Hi Blog, aku kembali lagi nih :))

0 Comment

Add Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *