Belakangan ini mereka memang cukup aktif main Free Fire. Kadang kalau lihat mereka mabar, rasanya kok serius sekali, sampai strategi, komunikasi, dan pembagian tugasnya jalan. Untungnya, mereka tetap bisa menunjukkan bahwa bermain game bukan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab utama sebagai pelajar.

Pagi ini mereka mengambil rapor. JFP (Jonathan) kembali mempertahankan posisinya di peringkat 2. Keren dan konsisten seperti biasanya.

Tapi yang paling gacor kali ini si SJAP (Julio). Dari peringkat 7 saat kelas 2, naik ke peringkat 4 di kelas 3. Kata Miss Mita, guru kelasnya, nilainya hanya terpaut sedikit saja untuk masuk tiga besar. Sebuah lompatan yang sangat membanggakan.

Sebagai orang yang setiap hari menemani proses belajar mereka di rumah, saya merasa sangat puas dengan hasil ini. Bukan semata-mata karena angka atau peringkatnya, tetapi karena saya melihat perkembangan mereka menjadi jauh lebih mandiri.

Untuk pertama kalinya, JFP saya lepas untuk mengatur belajarnya sendiri menjelang Asesmen Akhir. Ia belajar menentukan kapan masih perlu belajar lagi dan kapan sudah cukup. Ternyata ia bisa menjalankannya dengan baik.

Begitu juga dengan SJAP. Semangat belajarnya semakin bagus dan kemandiriannya semakin terlihat dari hari ke hari. Dari yang dulu masih sering diingatkan, sekarang sudah lebih paham kapan waktunya bermain dan kapan waktunya belajar.

Hari ini saya tidak hanya bangga dengan hasil rapor mereka, tetapi juga dengan proses yang mereka jalani. Main Free Fire boleh gacor, tetapi yang lebih membanggakan adalah mereka juga bisa tetap gacor di sekolah.

Terus bertumbuh, terus belajar, dan tetap rendah hati. Papa sangat senang melihat kalian berdua berkembang sejauh ini. ??