Melihat Rotan dalam Bingkai Potret (2) – Bupati Henrikus Merasa Diingatkan

Bupati mengamati aneka perabot dari rotan.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, M Arief

BERUNTUNG Bupati Ketapang, Henrikus menyempatkan diri membuka pameran fotografi di Gedung Bina Utama, Kamis (13/1) malam. Sebab, diakuinya, kegiatan itu telah mengingatkannya untuk turut melestarikan kerajinan rotan.
Usai membuka pameran, Henrikus bersama pejabat-pejabat yang mendampinginya melihat satu persatu karya yang dipamerkan. Di pandangnya foto dan hasil kerajinan rotan itu dari dekat. Spontan, tangannya juga memegang karya tersebut sebagai tanda ketertarikannya.
“Ini punya saya,” ujar Henrikus ketika menjumpai foto ataupun kerajinan rotan yang ingin dibelinya.
Ada sembilan frame foto dan belasan hasil kerajinan rotan yang dibelinya. Tapi barang-barang itu tidak langsung dibawa, karena akan dipamerkan dulu hingga Sabtu ini.
Beberapa pejabat tidak mau ketinggalan. Wakil Ketua DPRD Budi Matheus, Kadisbudparpora Yudo Sudharto, dan beberapa pejabat lain juga membeli karya yang dipamerkan.
Henrikus mengatakan, foto-foto dan hasil kerajinan yang dibelinya itu akan menjadi bagian dari kehidupannya.
“Foto-foto itu akan mengingatkan, sayapunya tanggungjawab melestarikan kesenian tradisional ini,” tuturnya.
Foto-foto tersebut merupakan potret realita kerajinan rotan, maupun aktivitas warga pengrajinnya. Sebagai putra Ketapang, Henrikus mengaku bangga dengan kekayaan seni budaya, khususnya kerajinan rotan tersebut.
Saat seremoni pembukaan, panitia menampilkan aksi teatrikal yang tujuannya mengajak melestarikan hutan. Ini bentuk kekhawatiran mereka akan keberlangsungan hutan, yang ditampilkan melalui gerak dan iringan musik tradisional.
Rotan sebagai bahan baku kerajinan bagi warga Dusun Sempadian, bersumber dari hutan. Jika hutan habis dibabat, otomatis kelestarian kerajinan rotan terancam punah. Pesan itu ingin disampaikan Pedahasan Tikar Selembar melalui aksinya.
“Itu menjadi bahan refleksi kita bersama. Aksi teatrikal itu cerminan keinginan masyarakat yang peduli akan kelestarian hutan,” katanya.
Maka Henrikus berharap masyarakat juga mendukung pemerintah, dengan cara tidak melakukan penebangan hutan atau penambangan secara ilegal. (bersambung)

http://pontianak.tribunnews.com/read/artikel/18950

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *