-
Malam ini, 3 Januari 2026, pukul 22.51 WIB, RD. Eduardus Banggut berpulang menghadap Bapa di Surga di RS Fatima Ketapang. Kepergiannya datang begitu tiba-tiba, nyaris tak memberi ruang bagi siapa pun untuk bersiap—apalagi untuk benar-benar percaya. Padahal pagi tadi, beliau masih bersama kami. Di kompleks Gua Maria Katedral, saat saya dan kawan-kawan membongkar rumah Luce,…
-
Aku menahan diri untuk tidak tergesa–gesa menutup halaman. Aromanya pahit, seperti banyak hal yang kubiarkan lewat tanpa suara selama 365 hari ini. Ada ketakutan yang tidak pernah aku akui, ada gundah yang kusimpan rapat agar tak ada yang melihat aku goyah. Aku sering menampilkan diriku seolah baik–baik saja, padahal ada hari-hari ketika aku bangun hanya…
-
Secangkir kopi hitam pahit terhidang. Tidak ada gula, tidak ada topeng. Hanya aroma kuat yang naik sebelum bibir menyentuh rim cangkir. Lalu tegukan pertama—dan keluar suara spontan: “aaahh.”Itu bukan sekadar efek suara. Itu adalah tubuh yang jujur sebelum pikiran sempat memolesnya. Tegukan pertama dalam hidup sering seperti itu:Keputusan yang belum dipikirkan panjang, luka yang datang…
-
Hari ini, porta sancta di gereja Ardi resmi ditutup. Di story WA-nya berseliweran postingan tentang paspor Porta Sancta, semacam penanda perlombaan: siapa paling banyak masuk pintu suci, siapa paling rajin hadir demi cap, siapa paling sibuk mengejar “koleksi rohani” layaknya perangko. Ironis? Seolah belas kasih Allah bisa diukur dengan jumlah stempel yang terkumpul. Seolah rahmat…
-
Jam baru menunjuk angka tujuh, matahari masih enggan meninggi ketika Ardi sampai di gereja. Halaman Katedral terasa lebih lengang dari biasanya, jauh dari bayangan tentang Natal anak-anak yang selama ini ia simpan dalam ingatan. Ia tidak lagi bertugas pagi ini. Tidak seperti tahun-tahun yang lalu ketika ia berlari ke sana–kemari, memastikan setiap momen tertangkap kamera.…
-
Amarah yang mendidih bukanlah musuh. Ia adalah alarm.Dan mematikannya tanpa mendengar pesannya hanya akan menunda kebakaran. Minggu pagi, Ardi tiba di gereja pukul enam. Langit gelap, berat, seperti menyimpan badai. Cuaca tidak bersahabat, tapi anehnya hati Ardi justru ringan. Semalam ia tidur nyenyak. Barangkali karena kepalanya sudah lelah bergulat seharian. Siangnya, pikirannya terintrusi cerita: Baptisan…
-
Pagi ini cerah. Terlalu cerah untuk kegundahan yang tiba-tiba muncul di dada Ardi. Setelah meneguk kopi hitam tanpa gula di Depan Gereja—ritual kecil yang selalu ia nikmati sebelum larut dalam urusan pelayanan—ia melangkah ke area gereja. Agenda hari ini jelas: menarik kabel multimedia untuk kebutuhan Natal. Pekerjaan teknis, melelahkan, tapi baginya bermakna. Natal harus dipersiapkan,…
-
Ardi tidak pernah membayangkan bahwa salah satu pergulatan imannya justru lahir dari hal-hal yang kelihatannya sepele di dalam gereja. Bukan soal dogma. Bukan soal iman yang goyah. Melainkan soal keputusan-keputusan kecil yang, jika dikumpulkan, terasa seperti pesan diam-diam: umat ada, tapi tidak selalu dianggap penting. Semuanya bermula dari sebuah sumbangan barang. Niat pemberinya tulus, dan…
-
Berdoa Rosario setiap hari, rasa-rasanya bukan lagi sekadar kewajiban rohani. Lama-lama aku melihatnya sebagai ruang kecil yang kutemukan di tengah-tengah hari yang kelewat berisik. Rasanya seperti menarik napas panjang setelah terlalu lama menahan beban yang tak kentara. Saat jari menyentuh setiap butir, pikiranku biasanya masih penuh—tentang pekerjaan, orang-orang, hal-hal yang mengganggu. Tapi perlahan, ritme doa…
-
Sandal jepit itu sederhana, murah, kadang dianggap sepele. Namun justru dari kesederhanaannya, ia memberi pelajaran yang menampar halus cara kita memandang diri sendiri. 1. Tidak marah meskipun selalu diinjak Sandal jepit menerima berat tubuh kita setiap hari. Ia menahan tekanan, debu, panas, dan kadang perlakuan kasar, namun tetap menjalankan fungsinya tanpa protes. Tapi di sisi…









