belajar “Intim” dengan TSL

Nih malam minggu gak ada kerjaan, walaupun sebenarnya masih banyak kerjaan sih, iseng install TSL 2.2(Trustix Secure Linux)
rencananya mo dipasang squid untuk proxy server ISP Be-yoU. Sekian bulan gak ngoprek Linux, karena lagi serius mendalami Mikrotik dan nih tadi barusan sebelum install TSL, telah berhasil ngoprek mikrotik untuk Firewall dan bandwidth control sudah berjalan baik. Juga belajar tentang Bridging, perjuangan yang tidak sia-sia.

Kembali ke TSL 2.2, ini ada versi stabil dari TSL. CD iso-nya sudah didownload sejak berbulan-bulan yang lalu juga, tapi baru skr sempat di install 😀 Apa itu TSL? silahkan baca ini.

Seperti biasa, instalasi TSL ini tidak berbeda jauh dengan distro-distro Linux yang lain. Instalasi selesai, tiba saatnya untukdikonfigurasi. Check eth0 RTL8129, terdeteksi dengan baik jadi bisa diremote via ssh di laptop. Kalo harus diconfig langsung di komputer, kayaknya kurang memungkinkan karena bakalan merusak tulang punggungku, posisi komputer termasuk di sini monitor, keyboard tidak mengikuti kaedah IMK (Interaksi Manusia dan Komputer) yang baik. Ditancepin utp dari wireless routerku, dapat sudah IP via DHCP. Kemudian diping dari laptop, terkoneksi bagus.

Selanjutnya nyalaiin Putty, ip box TSL dimasukkan untuk dissh, eh taunya Connection refused. Sial!! balik lagi ke box TSL, check ini itu, ternyata OpenSSH belum terinstall. Lha gimana ini dab? mau install paket di TSL caranya gimana?ni pertama kali pegang TSL, belum familiar dengan fasilitas2nya, liat di YM gak ada suhu TSL yang online, trus coba2 liat ke forum linux, eh ketemu thread SWUP 😀 good! bagus banget ni apps bawaannya TSL. Apa itu SWUP? cari sendiri yah.

SWUP bisa melakukan instalasi paket dari repository local, caranya seperti ini :
swup --repository-URI file:///mnt/cdrom/trustix/rdfs --install nama_paket

Kalo untuk paket Openssh, tinggal jalanin :
swup --repository-URI file:///mnt/cdrom/trustix/rdfs --install openssh

Kemudian jalanin :
swup --repository-URI file:///mnt/cdrom/trustix/rdfs --install openssh-server

swup akan secara otomatis install paket2 di atas beserta dependensinya.

Selesai instalasi, waktunya jalanin sshd daemon. Caranya :
/etc/init.d/sshd start

sshd Daemon start dengan sukses.

Kembali ke laptop…
Nyalain putty, masukin ip box TSL, tada…..
box TSL berhasil diremote 😀 Awal yang baik untuk bermain2 lebih serius…..:D

Lanjut lagi dengan tetek bengek administrasi user. Satu hal yg bikin aq merasa janggal di TSL dibanding distro2 yang lain

adalah di TSL tidak bisa pake command su untuk akses root ? ato cuman box ku yg punya masalah?

Akhirnya coba-coba sudo, dengan sedikit edit file konfigurasi sudo

#visudo

cari line root ALL=(ALL) ALL, tambahkan user yang akan dikasi akses sudo jadinya :
donnie,root ALL=(ALL) ALL

Kemudian test dari user :
#sudo su

Berhasil! 😀

Cukup sampai di sini dl, met bobo 🙂

3 thoughts on “belajar “Intim” dengan TSL”

  1. TSL bikin pusing. uda install ga bisa pake, terlalu dimanjakan sama windows sih. jadi kembali ke yg ga ada user interfacenya jadi bingungg.. 🙂

  2. Bukannya sshd udah ikut terinstall?cuman belum diaktifin aja.
    saya juga pernah punya pengalaman seperti itu.
    Akhirnya aku dapat seperti ini :

    #chkconfig sshd on

    untuk melihat service yg udah terinstall :

    #chkconfig –list

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *