Borneo Punya Siapa Sebenarnya ?

Borneo Punya siapa sebenarnya ?Menarik sekali yang disampaikan Cornelis, Presiden Majelis Adat Dayak Nasional  tentang kepemilikan Kalimantan.

Borneo punya siapa sebenarnya ? Punyanya Frans Doni ? Oo.. tentu saja bukan 🙂

“Secara ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan, baik menurut antropologi budaya, maupun antropologi forensik, Kalimantan ini milik orang Dayak” papar Cornelis di sela-sela pelantikan dirinya sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional, Kamis 7/04/2016.

Jadi menurutmu, Borneo ini punya siapa sebenarnya ?

*foto diambil dari facebook Lukas B Wijanarko

 

Jonathan Fernando Putra

Puji Tuhan,….

Telah lahir putra pertama kami, pada hari Jumat, 21 November 2014 jam 15.07 dengan berat badan 3,3kg, panjang 49cm.

Kami beri nama Jonathan Fernando Putra,  yang artinya :

Putra
Pemberian Tuhan
Yang tidak dibuat-buat, inovatif, dan penuh ide. Penuh gairah. Memiliki kekuatan dari dalam. Pengambil keputusan, berani, agak keras kepala. Pemecah masalah. Memiliki jiwa sebagai pembimbing dan penyembuh.

-Frans Doni & Gisela Ing-

JFP

 

24days old - JFP
24days old – JFP
1 month old -JFP
1 month old -JFP

Sayur 7 jenis di hari ke-7, tradisi Tionghoa yang tetap lestari ?

Perayaan Tahun Baru Imlek seyogyanya  bisa dirayakan  sampai CapGoMeh (selama 15 hari dari hari pertama tahun baru Imlek), artinya selama 15 hari warga Tionghoa bisa saling Paicia (sirahturahmi ke saudara/kerabat/teman). Hari ini adalah hari ketujuh bulan pertama dalam penanggalan Cina. Untuk keluarga Tionghoa yang masih menjalankan tradisi dari nenek moyang, tentunya ada sesuatu yang istimewa yah.  Tadi pagi, pada sempat amati sayur yang di masak Mama tidak?

Pagi-pagi tadi, Mama yang baru pulang dari pasar sedikit berkisah tentang mahalnya harga “sepaket” sayur 7 jenis yang dijual dipasar. Paketan sayur yang jumlahnya tidak seberapa, sayurnya juga itu-itu saja dijual seharga 5 ribu rupiah hehe. Ya tetap dibeli, daripada harus menjajali satu persatu sayur-mayur di pasar hingga menggenapi  7 jenis  kan ?

Tidak ada cerita dan kisah turun temurun yang jelas tentang tradisi ini dalam keluargaku. Kenapa harus 7 jenis, tidak 6 jenis saja? atau kenapa tidak makan 10 jenis saja ( jadinya capchai..XD) tapi  yang pasti seingatku dari saya masih kecil, tradisi makan sayur 7 jenis ini udah biasa dilaksanakan dalam keluargaku.

Kucicipi saja sayur 7 jenis masakan mama ini , walaupun tidak terlalu doyan paling tidak  sudah ku- “pusak” – lah, pasti ada sesuatu yang baik dibalik tradisi ini. 😀

Berikut ini, kusadurkan asal-usul tradisi makan 7 jenis sayur ini dari milis budaya_tionghoa, semoga bermanfaat 🙂

Ini tradisi lama yang berakar dari masa dinasti Han, terutama periode akhir
yaitu jaman Sanguo dilanjut dinasti Jin. Namanya festival Renri atau festival
hari manusia.

Tradisi ini dirayakan oleh semua orang tionghua dan daerah-daerah yang
terpengaruh budaya tionghua seperti di Korea, Jepang, Vietnam.

Menurut buku (yang nulis marga Dong) dari masa dinasti Jin, dituliskan bahwa
urutan penciptaan dalam mitologi penciptaan NvWa:
– hari pertama: ayam
– hari kedua: anjing
– hari ketiga: babi
– hari keempat: kambing
– hari kelima: sapi
– hari keenam: kuda
– hari ketujuh: manusia
– hari kedelapan: padi-padian (Gu)

Hari ketujuh itu kemudian diperingati sebagai hari manusia. Semua manusia
berulangtahun di hari itu. Terlepas dari tanggal lahir, terutama mereka-mereka
yang oleh suatu sebab tidak mengetahui secara pasti tanggal kelahirannya.

Berhubung ke mitologi penciptaan itu, di hari-hari masing binatang, ada tradisi
untuk tidak menyembelih binatang yang bersangkutan.

Di hari manusia biasanya diperingati dengan makanan 7 macam, bisa itu 7 macam
sayur atau 7 macam ikan atau bercampur.

*Gambar diambil dari http://www.infogrogol.net/2012/04/enam-jenis-makanan-cegah-penuaan.html

Terapi Kejut Bagi Si Pedagang Burung

Berinteraksi dengan burung, bukanlah hal baru bagiku. Sejak belia, aku sudah terbiasa mengagumi keindahan makhluk bersayap dan berbulu ciptaan Tuhan ini.

Almarhum Papaku adalah seorang pencinta burung berkicau. Ia memiliki usaha perdagangan pakan ternak termasuk pakan burung, sangkar burung, aksesoris, dan juga jual-beli burung berkicau.

Sebagai satu-satunya toko burung di Ketapang waktu itu, entah sudah berapa banyak burung dan sangkar yang di’import’ Papa dari tanah Jawa untuk memenuhi kebutuhan para pencinta burung berkicau di Ketapang.

Jelas dalam ingatan, masa kecilku begitu dekat dengan Si Choki Cacatua sulphurea yang setia menyapaku setiap pagi. Ada burung poksay Mandarin Garrulax chinensis, samho, wambiGarrulax canorus yang liarnya minta ampun, dan kenari Serinus canaria.

Continue reading Terapi Kejut Bagi Si Pedagang Burung

Eksploitasi di balik lucunya “Topeng Monyet”

Bunyi “tang ting tung ting tang tung” sayup-sayup terdengar di tengah hiruk-pikuk kendaraan bermotor di jalan raya. Tampak jauh di sana, 3 pemuda dengan peralatan – peralatan yang terlihat unik di mata orang Ketapang sedang dikerumuni warga yang penasaran. Sepeda motor terhenti tiba-tiba di tepi jalan, sekedar untuk menyaksikan lakon lucu yang sedang terjadi.

Musik Gamelan, mengiringi seekor Macaca fascicularis yang diikat rantai dileher, dijuluri tali yang amat panjang dan didandani bak seorang manusia. Bermacam-macam aksesoris ditambahkan ke dia untuk memancing gelak tawa penonton.

Menggunakan helm, kemudian menaiki moge (motor gede), si Macaca fascicularis ditarik dan diulurkan sejauh tali yang mengikatnya, dan seketika motor melaju bak sedang berlaga di sirkuit Sentul. Riuh rendah tawa penonton seakan-akan menjadi petanda keiklasan untuk mengeluarkan receh-receh rupiah, dan dimasukkan ke kotak yang dieedarkan pemuda pemilik “topeng monyet”.

“Hahahaha…. Lucu sekali” kata mereka…..

Dan menurutku juga memang lucu dan sangat menghibur. Tidak ada celah bagiku untuk tidak menyodorkan selembar uang seribu rupiah ke kotak pemuda itu, anggap saja sebagai pengganti 2 foto ini hehe.

Beberapa saat kemudian, mereka berkemas dan bergerak ke tempat berikutnya untuk beraksi kembali.

Tertawa, tapi meringis ketika melihat pemuda itu menarik si kera dengan sekuat tenaga, untuk menggerakkan “moge”-nya. Kalau saja si kera bisa ngomong mungkin dia akan berkata “sialan kau bang, sakit nih leherku” sambil memasang emoticon >.< …

“Makan tidak nyaman, tiduk tidak nyenyak” mungkin seperti itu yang dirasakan si kera, hidup untuk dikomersialkan si empunya.

Bayangkan kalau dia hidup di alamnya, bebas untuk bercanda dengan kawanannya, bebas untuk pacaran saling mencari kutu dengan pasangannya, bebas berlompatan dari satu pohon ke pohon lain.

 

 

 

 

 

 

 

Alangkah indahnya Ketapang yang masih begitu mudah untuk melihat kera-kera bergelantungan di pohon-pohon.

#objek foto diambil di Pematang Gadung dan Hutan Kota Ketapang

 

 

Awas!! Ngebut Benjut!

Tertera 23:35 PM, sewaktu kulihat jam di blackberry karena terbangun tiba-tiba dengan perasaan dongkol dan emosi yang meledak-ledak. 1,5 jam sebelumnya, saya sudah  dengan manisnya merenggangkan tulang belakang di kasur, menunggu mata terkatup sembari mendengarkan live streaming Rakosa 105.3 fm Jogja yang memutar tembang-tembang slow.

Anak-anak “setan” itu memaksaku untuk beranjak dari kasur, keluar dari kamar, dan turun ke lantai bawah. Di luar rumah,  sekumpulan ABG (Anak Baru Gede) labil lagi gila-gilaan memacu gas motornya yang terpasang knalpot racing menyusuri  kawasan letter T jalan Ayani-Merdeka.

Fenomena yang sebenarnya sudah lama terjadi di Ketapang, terutama di kawasan “Pasar Lama” (sebutan untuk kawasan pertokoan di Jalan Merdeka – A.yani), pengguna jalan harus ektra hati-hati ketika melintas di kawasan ini. Sekumpulan ABABIL (ABG LABIL) dengan seenaknya memacu motornya di sore hari ataupun malam hari sewaktu toko-toko mulai bertutupan.

Tidak banyak yang bisa kulakukan selain meminta (dengan baik-baik) mereka yang markir motor di depan rumah untuk segera beranjak dari tempat, pindah ke tempat lain.

Continue reading Awas!! Ngebut Benjut!

Asal – Muasal Rebung dijadikan bahan masakan

Rebung Pagi ini, dikarenakan hujan yang mengguyur Ketapang dengan begitu derasnya tanpa henti,  memaksa saya untuk berlama-lama menatap laman facebook. Scrolling demi scrolling di mouse, saya tergelitik dengan status teman yang sepintas lewat terbaca di news feed, kira-kira begini :

 

Rebong mengandung fosfor..
Jd mun mok pintar mkn rebong..
Tp kt dosen ku, org cina yg pertama memanfaatkan rebong sbgai sayur.
Ku rase t org Dayak. Continue reading Asal – Muasal Rebung dijadikan bahan masakan

Finding the Good Taste Foods to be Enjoyed

Enjoying the great foods with the various choices is something fun for all people. We can enjoy any kinds of delicious foods. However, in getting the satisfying in our culinary, we need to get the proper recommendation to find the delicious foods and dishes. We can get the Boston restaurants to find the recommended Boston restaurant for getting the amazing and delicious menus that we want to enjoy. It will be really helpful to search for the reviews in the recommended restaurants that we want. We can get it by entering the Boston restaurant guide keyword at FoodieBites.com.

There, we can find so many kinds of guidance in finding any kinds of well recommended restaurants anywhere. We can find any kinds of reviews for any kinds of dish there. We can find the reviews and we can get the best one. We can enter the Chinese restaurants Boston keyword to find the recommended Chinese restaurants in Boston. It will be really great for us.

There, we can find the great number of reviews for so many kinds of restaurants and dishes. It will be something great for the people who look for the new place to find the favorite food but in the satisfying taste. We also can find the recommended Mexican Restaurant there.